“Ketika kamu gagal, coba lagi.” Itu yang pernah aku lakukan untuk menggapai mimpi agar bisa berkuliah di salah satu kampus terbaik di Indonesia. Sebuah kampus yang menyandang nama negara, kampus yang melambangkan perjuangan, kampus Universitas Indonesia. Mimpiku untuk berkuliah disana memang sudah ada sejak awal masuk SMA. Ketika itu aku mendapatkan sosialisasi mengenai Simak UI dari alumni di sekolahku yang sekarang kuliah di UI.

Ketika itu, aku terinspirasi untuk juga bisa kuliah di UI. Dari cerita alumni, aku tergugah untuk semakin semangat lagi belajar. Mimpiku masuk UI jurusan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Aku memilih jurusan itu atas beberapa pertimbangan, salah satunya dari hasil diskusi dengan kakak tingkatku dengan mempertimbangkan minatku.

Singkat cerita, SNMPTN sudah di depan mata. Aku optimis untuk bisa masuk lewat jalur undangan. Aku tidak terpikir bahwa akan belajar untuk SBMPTN atau Simak UI, karena aku begitu yakin. Sampai akhirnya waktu pengumuman tiba, aku harus dihadapkan pada realita bahwa aku harus melanjutkan belajar mempersiapkan SBMPTN. Cukup kecewa, tapi aku bisa menerimanya. Aku pun berusaha untuk belajar mandiri mempersiapkan SBMPTN. Waktu tes tiba aku merasa kesulitan mengerjakan soalnya waktu itu. Entah untuk kali ini aku mulai ragu.

Benar sekali, aku lagi-lagi gagal. Aku dihadapkan keraguan, apakah aku harus tetap melanjutkan menggapai mimpi yang makin terasa berat lewat jalur Simak UI, atau berhenti untuk tidak lagi mendambakan UI. Ketika itu aku iseng untuk mencari tips untuk bisa mengerjakan Simak UI, hingga akhirnya aku membaca sebuah artikel dari ruang guru berjudul “Ketahui Ini Sebelum Masuk UI”.

Keisenganku ternyata membuatku mengambil keputusan untuk berlangganan ruang belajar untuk persiapan Simak UI. Berbekal materi dari ruang guru berbentuk video beserta rangkumannya yang dikemas dalam bentuk infografis, aku terpacu untuk belajar lebih giat.

Secara berkala aku juga mengerjakan latihan soal dan pembahasan yang juga tersedia di paket belajar yang aku beli. Platform ini benar-benar sangat membantuku untuk bisa belajar secara sistematis dan terukur lewat ujian atau kuis. Selain itu aku juga sering mengikuti praktik atau tryout SBMPTN secara gratis.

Sampai akhirnya waktu tes Simak UI telah tiba. Aku teringat waktu dimana aku kesulitan mengerjakan soal SBMPTN. Yang berbeda sekarang, aku lebih siap lagi dengan berbekal hasil belajar bersama ruang guru. Memang hasilnya beda, aku keluar dari ruangan ujian dengan rasa optimis karena aku bisa mempersiapkannya dengan matang. Tapi aku juga tidak terlalu mau jumawa, karena sebelumnya aku juga kecewa karena harus ditolak jalur SNMPTN.

Waktu berjalan cukup panjang, tiba waktu pengumuman. Aku pun hanya bisa pasrah. Setelah aku cek, aku terkejut melihat hasilnya. Aku di terima di kampus Universitas Indonesia jalur Simak UI.

Lewat cerita ini aku ingin teman-teman yang saat ini sedang berjuang masuk UI, semoga kisahku bisa menginspirasi kalian semua. Pantang menyerah dengan kemauan tinggi disertai sikap rendah hati adalah sikap yang harus ada. Ruang guru adalah salah satu pihak yang punya peran penting atas kelulusanku untuk bisa berkuliah di UI.

Semangat untuk kalian para pejuang, aku pernah berada di posisi kalian. Semoga cita-citamu tercapai!